Guru Muda Berangkat ke Daerah Terpencil

Jakarta -Wakil Menteri Pendidikan Nasional Fasli Jalal melepas 72 pengajar muda yang akan mengajar anak-anak sekolah dasar di sembilan kabupaten terpencil di Indonesia. Mereka adalah pengajar muda yang terpilih dari 4.368 pelamar, dan mereka telah diberi pelatihan intensif yang berbasis pada pengajaran dan kepemimpinan selama tujuh pekan di Cisarua, Jawa Barat.

Fasli menyampaikan, dengan adanya pengajar muda yang berasal dari program Indonesia Mengajar ini akan membawa harapan bagi anak-anak di daerah terpencil untuk menggapai mimpinya. Karena kedatangan mereka akan mengalirkan ilmu pengetahuan dengan sangat antusias kepada anak-anak Indonesia yang berada di daerah terpencil. “Apa yang Anda jalani selama satu tahun ke depan adalah suatu yang luar biasa, jangan anggap kecil,” ujar Fasli saat memberikan pengarahan pada acara pelepasan Indonesia Mengajar Tahap 2, Selasa, (14/06) di Gedung Kemdiknas, Jakarta Anak-anak yang akan diajar oleh para guru muda ini, kata Fasli, merupakan calon-calon pemimpin masa depan. Oleh sebab itu, Fasli meminta kepada pengajar muda untuk bekerja keras, bekerja cerdas, dan bekerja sama serta diiringi dengan doa agar pengabdian yang mulia ini bisa memberi hasil terbaik bagi nama besar bangsa di masa yang akan datang. “Dua puluh tahun dari sekarang, kita akan melihat jejak-jejak pengabdian ini,” tuturnya. Adapun kesembilan kabupaten yang dipilih sebagai tempat pengabdian adalah, Kabupaten Aceh Utara, Kabupaten Lebak Banten, Pulau Bawean Gresik, Bima Nusa Tenggara Barat, Pulau Rote, Kapuas Hulu Kalimantan Barat, Kepulauan Sangihe, Fak-fak Papua, Kabupaten Rote Ndao Nusa Tenggara Timur. Daerah tersebut dipilih karena memiliki kriteria daerah terpencil, di antaranya jalannya tidak di aspal, tidak ada listrik, bahkan tidak ada sinyal telekomunikasi. Menurut pendiri program Indonesia Mengajar, Anies Baswedan, latar belakang adanya program ini adalah pemikiran bahwa setiap anak Indonesia harus tercerdaskan. Konstitusi menyatakan, mencerdaskan kehidupan bangsa adalah tugas negara. Tapi secara moral, mendidik adalah tugas orang-orang terdidik. “Mereka hadir sebagai anak muda yang berhasil, terdidik, dan merupakan visualisasi atas mimpi mereka tentang anak-anak mereka di masa depan,” ujar Anies. Adapun kriteria yang harus dimiliki oleh pengajar muda ini adalah berprestasi, memiliki kepemimpinan yang baik, komunikatif, mau berjuang, dan tulus. Dan untuk mengukur ketulusan itu sangat sulit. Tapi dia yakin, jika mereka tidak tulus maka mereka tidak akan bersedia untuk berangkat. “Mereka dibekali bukan untuk tinggal di daerah yang nyaman. Mereka akan pergi ke tempat yang tidak ada listrik, tidak ada sinyal, bahkan untuk air bersih pun sulit,” katanya. Duddy Abdullah, salah satu guru muda yang akan ditugaskan di Aceh Utara adalah mahasiswa Indonesia yang sedang belajar di sebuah perguruan tinggi di Melbourne, Australia. Duddy mengatakan, dia mengikuti program ini karena merasa terpanggil untuk melakukan sesuatu yang berarti untuk negaranya. “Saya ingin mengenali seperti apa Indonesia, dan pengalaman satu tahun ke depan ini akan sangat berharga buat saya,” ujarnya. (aline)

sumber: http://www.kemdiknas.go.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: