Membangkitkan Mengaji seusai Salat Maghrib

JAKARTA — Seruan Menteri Agama Suryadharma Ali untuk membangkitkan tradisi mengaji seusai shalat Maghrib dinilai sangat positif. Ketua Umum Ikatan Dai Indonesia (Ikadi) Achmad Satori Ismail menilai, gerakan itu bisa menjadi salah satu upaya memperbaiki kondisi umat. “Masyarakat sudah terpengaruh pada kehidupan materialis dengan persoalan yang cukup berat dan ujungnya adalah krisis iman,” kata dia kepada Republika, Rabu (26/1).Menurut Satori, aktivitas mengaji seusai shalat Mahgrib memiliki sejumlah sisi positif. Di antaranya, menjauhkan anak dari tayangan televisi yang tidak mendidik dan cenderung merusak. Juga menghindarkan mereka dari sisi buruk pergaulan dan lingkungan.

Meski demikian, kata dia, efektivitas gerakan ini menjadi kurang maksimal jika tidak didukung oleh semua elemen dan pihak terkait. Dalam hal ini, ada tiga unsur yang mesti bekerja sama yaitu orang tua, para ulama, dan pemerintah. Peran aktif orang tua diperlukan untuk mengarahkan dan mengawasi anak. Sedangkan ulama perlu memaksimalkan peran strategis mereka untuk mengajak dan memberi penyadaran kepada umat. “Pemerintah diharapkan membantu dengan menyeleksi secara ketat tayangan-tayangan televisi.”

Hal senada dinyatakan Abdullah Djaidi, ketua umum Al-Irsyad Al-Islamiyyah. Menurutnya, ulama, orang tua, dan seluruh lapisan masyarakat perlu bersama-sama mengefektifkan gerakan Maghrib mengaji, mulai dari upaya sosialisasi hingga pembinaan secara intens. Sebab, nilai dan manfaat mengaji seusai shalat Maghrib ataupun setelah shalat Subuh cukup banyak. Mengaji tidak sekadar ritual, tetapi juga mengurangi aktivitas yang bisa menjerumuskan anak di waktu malam.

Abdullah melihat, tradisi mengaji seusai shalat Maghrib saat ini kian ditinggalkan oleh masyarakat. Padahal, tradisi itu dahulu menjadi karakter kuat umat Islam di Tanah Air. Kala itu, istilah hizb dan halaqah atau mengaji secara melingkar sangat dikenal oleh masyarakat. Tak sekadar mengaji, lanjut Abdullah, sistem itu juga efektif menanamkan moralitas kepada gerenasi muda Islam.

Sumber : Republika, Kamis, 27 Januari 2011

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: