Usulan Soal Pelajaran Agama Akan Dikaji

JAKARTA – Usulan Kementerian Agama (Kemenag) untuk menambah jam mata pelajaran agama akan dibicarakan dan dikaji. “Hampir semua mata pelajaran sebenarnya minta ditambah mata pelajarannya, akan tetapi soal ini akan segera dibicarakan dalam rapat BSNP,” ungkap Djemari Mardapi, koordinator ujian nasional Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) kepada Republika, Jumat (14/1). Namun, kata dia, pembicaraan mengenai penambahan jam mata pelajaran agama ini akan dilakukan setelah ada surat resmi dari Kementerian Agama. “Kita belum dapat surat resmi, kalau ada usulan seperti ini tentu akan kita bicarakan,” paparnya.

Selama ini, kata Djemari, jika akan menambah jam mata pelajaran selalu dilakukan survei dan membandingkan dengan negara lain. Suatu kali ketika membandingkan dengan negara lain yang pendidikannya setara, seperti Brunei dan Malaysia, kata dia, jam pelajaran mereka jauh lebih sedikit. Namun, prestasi yang dicapai justru jauh lebih banyak. “Berdasarkan survei kami, bukan soal jam pelajaran, melainkan efektivitas pelajaran itu,” ucapnya.

Mengenai keinginan Kemenag untuk menambah jam pelajaran agama, menurut Djemari, pasti akan dilakukan survei terlebih dahulu ke lapangan. Akan dilihat aspek-aspek yang mungkin ditambahkan seperti usulan Kemenag. Perlu dipertimbangkan pula aspek kelelahan pada siswa jika jam pelajaran ditambah. “Konsekuensinya jika jam pelajaran agama ditambah, mata pelajaran lain akan dikurangi, tapi kita akan bicarakan lebih lanjut.”

Jika pemerintah daerah mengusulkan penambahan ini, ia pun sangat mempersilakan. “Itu wewenang daerah juga karena otonomi khusus sehingga mungkin ada penambahan, misalnya di ekstrakurikuler. Apalagi, jika ada gerakan untuk meningkatkan moral anak, itu jauh lebih bagus.”

Ia justru mengusulkan agar ada tindakan nyata pada penerapan pelajaran agama di sekolah. “Jadi, masuk sekolah harus menghormat guru, selain menghormat guru juga harus menjunjung tinggi adab kebersihan dan kesopanan.”

Kurang memadai
Sebelumnya, Direktur Pendidikan Agama Islam Pada Sekolah Ditjen Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag), Imam Tholkhah, mengatakan, jumlah jam pelajaran agama di sekolah umum, terutama sekolah negeri, kurang memadai untuk mendalami materi-materi agama. Karena itu, jam pelajaran perlu ditambah.

Saat ini, kata Imam, mata pelajaran agama diajarkan sebanyak dua jam dalam satu minggu untuk tingkat SMP dan SMA, dan tiga jam untuk jenjang SD. Selain kurang memadai bagi siswa untuk mendalami materi-materi agama, kata Imam, minimnya jam pelajaran agama juga berdampak pada sertifikasi guru. Jika hanya 2-3 jam per minggu, persyaratan sertifikasi tidak terpenuhi.

Namun, lanjut Imam, Kemenag tidak mempunyai wewenang menambah jam pelajaran agama di sekolah umum, terutama sekolah negeri. Otoritas tersebut ada pada Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas). “Berhasil atau tidaknya tergantung Kemendiknas karena Kemenag tidak memiliki wewenang untuk itu,” ujarnya.

Meski demikian, tegas Imam, Kemenag akan terus berupaya agar Kemendiknas berkenan menambah jam pelajaran agama di intrakurikuler. Soal pentingnya penambahan jam mata pelajaran agama juga ditegaskan Rektor Institut Ilmu Alquran (IIQ) Jakarta, Akhsin Sakho Muhammad. Ia menegaskan, jam pelajaran agama di lembaga pendidikan umum mendesak untuk ditambah, terutama di intrakurikuler, bukan ekstrakurikuler.

Ia menilai, jumlah jam pelajaran agama, baik untuk tingkat SD, SMP, maupun SMA, kurang memadai, terlebih pendidikan agama di keluarga dan lingkungan masyarakat kian berkurang. “Jika tidak melalui lembaga maka di manakah lagi pelajaran agama akan diajarkan,” ujarnya kepada Republika, Jumat (14/1).

Ia juga menyatakan, penambahan jam pelajaran penting ditopang dengan kualitas guru yang berkualitas, tak hanya dari sisi keilmuan tapi juga keteladanan. “Sehingga, proses belajar mengajar tidak terbatas pada transfer pengetahuan, tetapi lebih berorientasi mencetak generasi yang unggul.” ed: wachidah handasah

Republika, Sabtu, 15 Januari 2011 pukul 08:00:00

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: